taqwa
Khutbah Jumat
A
agus tajimudin
6 Mei 2026
4 menit baca
2 views
ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِيْنَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَ...
ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِيْنَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*
Marilah kita renungkan sejenak makna sebuah kata yang sering kita dengar, namun mungkin jarang kita resapi kedalamannya: TAQWA. Taqwa itu bukanlah sekadar ritual kosong, bukan pula harta benda yang bisa disombongkan. Taqwa adalah sebuah benteng kokoh di dalam hati, yang melindungi kita dari murka Allah dan membimbing langkah kita menuju ridha-Nya. Ia adalah kesadaran ilahi yang meresapi setiap helaan napas, setiap detik kehidupan kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102).
*Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...*
Pernahkah terlintas di benak kita, bagaimanakah nasib kita kelak, ketika diri ini telah berpulang dari dunia fana ini? Di hadapan Allah yang Maha Agung, di mana harta takkan berguna, keluarga takkan bisa menolong, dan kekuatan fisik takkan berarti apa-apa. Di saat itulah, hanya bekal taqwa yang akan menjadi pelipur lara, penerang kubur, dan jembatan menuju surga. Allah berfirman, yang artinya: "Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath-Talaq: 2-3). Lihatlah betapa luasnya rahmat Allah bagi hamba-Nya yang bertakwa. Ia memberikan solusi di saat kita merasa buntu, dan memberi rezeki dari arah yang tak pernah kita duga.
*Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...*
Taqwa itu buah dari keimanan yang membuahkan amal shalih. Ia adalah pancaran hati yang senantiasa merasa diawasi Allah. Tatkala kita hendak berbuat maksiat, lidah kita terbungkam, tangan kita terhenti, karena teringat akan pandangan Allah yang Maha Melihat. Tatkala kita diberi ujian, hati kita bersabar, menerima segala ketetapan-Nya, karena yakin bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab, "Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi). Betapa indahnya hidup ini jika dihiasi dengan taqwa dan budi pekerti yang luhur. Akhirat kita terjamin, dunia kita pun menjadi berkah.
*Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...*
Kita seringkali tersesat dalam lautan dunia yang fana ini. Terbuai oleh gemerlap harta, terpesona oleh pujian manusia, terbuai oleh kenikmatan sesaat. Kita lupa bahwa di atas segalanya, ada Allah yang Maha Kuasa. Kita lupa bahwa setiap detik yang terbuang adalah kesempatan yang takkan kembali. Malaikat pencatat amal senantiasa bersama kita, mencatat setiap gerak-gerik kita, baik yang terucap maupun yang tersembunyi dalam dada. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada seorang pun dari kalian yang berbicara dengan satu kalimat saja, lalu ia tidak memperhatikan apa yang ia katakan, melainkan ia akan menuliskan (kesalahannya) di dalam neraka Jahanam." (HR. Tirmidzi). Betapa seringnya kita menyakiti hati orang lain dengan lisan kita, membicarakan aib saudara sesama Muslim, tanpa menyadari bahwa dosa itu akan menjadi pemberat langkah kita di yaumil kiamah.
*Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...*
Wahai diri yang bergelimang dosa, wahai hati yang seringkali lalai, marilah kita berseru kepada Ar-Rahman. Mengapa kita meremehkan rahmat-Nya, padahal Dia adalah Al-Ghafur, Maha Pengampun? Mengapa kita berputus asa dari kasih sayang-Nya, padahal Dia adalah Al-Wadud, Maha Pencinta? Air mata penyesalan yang mengalir dari mata yang takut kepada Allah adalah lebih berharga daripada seribu ketaatan yang dilakukan tanpa kesadaran. Bertobatlah kepada-Nya sebelum terlambat. Kembalilah kepada-Nya sebelum ajal menjemput. Renungkanlah firman-Nya: "Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53).
*Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...*
Mari, kita mulai hari ini, detik ini, untuk membangun benteng taqwa dalam diri kita. Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman, As-Sunnah sebagai panduan, dan cinta kepada Allah sebagai motivasi terbesar. Latihlah lisan kita untuk berdzikir, hati kita untuk merenung, dan anggota tubuh kita untuk beribadah. Ingatlah, bahwa dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Kehidupan yang hakiki adalah di akhirat kelak. Di sana, kita akan mempertanggungjawabkan setiap detik yang telah kita lalui. Semoga sisa usia kita dipenuhi oleh ketaatan, kecintaan, dan kerinduan yang mendalam kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.